Minggu, 11 Oktober 2009

Ekologi Air Tawar


Ekologi air tawar sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Air tawar sendiri penting karena  ia adalah sumber air rumah tangga dan industri yang murah, komponen air tawar merupakan merupakan daur hidrologis, dan  ekosistem air tawar merupakan sistem disporsal / pembuangan yang mudah dan murah.
Habitat air tawar :
Ekosistem air tawar digolongkan menjadi air tenang dan air mengalir. Termasuk ekosistem air tenang adalah danau dan rawa, termasuk ekosistem air mengalir adalah sungai.
1. Air tergenang/ lentik (asal kata lenis = tenang) contoh : danau, kolam, dan rawa.
2. Air mengalir / lotik (asal kata lotus = tercuci) contohnya: mata air, aliran air/sungai dan selokan.
Perbedaan antara air tergenang dengan air mengalir diantaranya :
1. Adanya arus
2. Pertukaran antara air dengan dasar lebih intensif karena adanya arus.
3. Pada air mengalir, kadar oksigen lebih tinggi dibandingkan air tenang
4. Percampuran suhu dan kandungan zat lebih merata.

AIR TERGENANG (LENTIK)
A.            Organisme di Perairan Menggenang (Lentic)
Perairan menggenang (lentik) adalah suatu bentuk ekosistem perairan yang di dalamnya aliran atau arus air tidak memegang peranan penting. Hal ini karena aliran air tidak begitu besar atau tidak mempengaruhi kehidupan organisme yang ada di dalamnya. Pada perairan ini faktor yang amat penting diperhatikan adalah pembagian wilayah air secara vertikal yang memiliki perbedaan sifat untuk tiap lapisannya, contoh dan jenis perairan ini adalah danau, rawa, situ, kolam dan perairan menggenang lainnya. Perairan menggenang di bagi dalam tiga lapisan utama yang didasari oleh ada tidaknya penetrasi cahaya matahari dan tumbuhan air, yaitu: Littoral, limnetik dan profundal, sedangkan atas dasar perbedaan temperatur perairannya, perairan menggenang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu: metalimnion, epilimnion, dan hipolimnion. Kelompok organisme di perairan menggenang berdasarkan niche utama dalam kedudukan rantai makanan meliputi produser (autotrof), makro konsumer (heterotrof) dan mikrokonsumer (dekomposer). Kelompok organisme yang ada di perairan menggenang berdasarkan cara hidupnya meliputi: benthos, plankton, perifiton, nekton dan neuston.
B.            Distribusi Organisme di Perairan Menggenang
Pada zona litoral, produser utamanya adalah tanaman yang berakar (anggota spermatophyta) dan tanaman yang tidak berakar (fitoplankton, ganggang dan tanaman hijau yang mengapung). Sedangkan konsumernya meliputi beberapa larva serangga air seperti, platyhelminthes, rotifer, oligochaeta, moluska, amphibi, ikan, penyu, ular dan lain sebagainya. Pada zone limnetik, produsernya terutama fitoplankton dan tumbuhan air yang terapung bebas seperti, water hyacinth (Eichornia crassipes), Cerratophyllum spp, Utricularia spp, Hydrilla verticillata, duckweed (Lemna spp); dan vascular plants, seperti: Equisetum spp; Ioetes spp dan Azolla spp. Sedangkan konsumernya meliputi zooplankton dari copepoda, rotifera dan beberapa jenis ikan. Pada zona profundal, banyak dihuni oleh jenis-jenis bakteri dan fungi, cacing darah, yang meliputi larva chironomidae, dan annelida yang banyak mengandung haemoglobin, jenis-jenis kerang kecil seperti anggota famili sphaeridae dan larva "phantom" atau Chaoboras (corethra). Rantai makanan adalah suatu transfer energi dari tumbuhan melalui serangkaian organisme dengan jalan makan-memakan. Pada tiap transfer ada 80-90% energi potensial yang hilang sebagai panas. Oleh karena itu rantai makanan dalam satu deretan jumlahnya terbatas, biasanya 4 - 5 tingkat. Makin pendek rantai makanan, maka lebih banyak tersedia energi yang dapat dimanfaatkan.
Jenis Ekosistem Perairan secara Tergenang (Lentik) :

1.             DANAU
       Danau merupakan kumpulan air yang seolah-olah berda dalam suatu baskom dan tidak mempunyai hubungan dengan laut atau merupakan suatu badan air yang menggenang dan luasnya mulai dari beberapa meter persegi hingga ratusan meter persegi. Di danau terdapat pembagian daerah berdasarkan penetrasi cahaya matahari. Daerah yang dapat ditembus cahaya matahari sehingga terjadi fotosintesis disebut daerah fotik. Daerah yang tidak tertembus cahaya matahari disebut daerah afotik. Di danau juga terdapat daerah perubahan temperatur yang drastis atau termoklin. Termoklin memisahkan daerah yang hangat di atas dengan daerah dingin di dasar. Komunitas tumbuhan dan hewan tersebar di danau sesuai dengan kedalaman dan jaraknya dari tepi.
Berdasarkan hal tersebut danau dibagi menjadi 4 daerah sebagai berikut.
o     Daerah litoral
Daerah ini merupakan daerah dangkal. Cahaya matahari menembus dengan optimal. Contohnya berbagai siput dan remis, serangga, krustacea, ikan, amfibi, reptilia air dan semi air seperti kura-kura dan ular, itik dan angsa, dan beberapa mamalia yang sering mencari makan di danau.
o    Daerah limnetik
Daerah ini merupakan daerah air bebas yang jauh dari tepi dan masih dapat ditembus sinar matahari. Daerah ini dihuni oleh berbagai fitoplankton, termasuk ganggang dan sianobakteri.
o     Daerah profundal
Daerah ini merupakan daerah yang dalam, yaitu daerah afotik danau.
o     Daerah bentik (daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos dan sisa-sisa organisme mati)

Danau juga dapat dikelompokkan berdasarkan produksi materi organik-nya, yaitu sebagai berikut
a.    Danau Oligotropik
Oligotropik merupakan danau yang dalam dan kekurangan makanan, karena fitoplankton di daerah limnetik tidak produktif. Ciricirinya, airnya jernih sekali, dihuni oleh sedikit organisme, dan di dasar air banyak terdapat oksigen sepanjang tahun.
b.    Danau Eutropik
Eutropik merupakan sebutan untuk danau yang dangkal dan kaya akan kandungan makanan, karena fitoplankton sangat produktif. Ciri-cirinya adalah airnya keruh, terdapat bermacam-macam organisme, dangkal, kaya akan fosfor, bahan organik dan plankton sertaoksigen terdapat di daerah profundal. Danau atau kolam Eutrofik mempunyai keanekaragaman organisme yang tinggi.

2.    KOLAM
Kolam umumnya di definisikan sebagai kumpulan air yang dangkal dan sifat umumnya relatif merupakan air tenang dan kaya akan vegetasi.
Kolam dapat dibagi atas :
1. Kolam berasal dari danau yang luas.
2. Kolam yang tidak berhubungan dengan danau, ukurannya kecil.
3. Kolam buatan manusia
Berdasarkan musim, kolam dapat di bedakan atas :
1.Kolam sementara (Kolam sementara hanya ada pada waktu ada tertentu.)
2.Kolam permanen (Kolam permanen berisi air sepanjang tahun.)
Kolam merupakan tempat tinggal yang baik bagi hewan-hewan invertebrata misalnya:
  • Flagellata terdiri dari Euglena, Pandoria,  Rudorina dan volvox.
  • Diantara Coelenterata, hydra sering terlihat menempel pada tanaman dibawah air
  • Filum Platyhelminthes seperti turbellaria tedapat di bawah batu dan di antara vegetasi.
  • Annalida diwakili oleh cacing tanah air tawar seperti Limicoloa,
  • Arthropoda merupakan bentuk yang dominan terdapat dalam perairan kolam.
3.   RAWA
Rawa dan payau merupakan bentuk peralihan antara air terbuka dan dataran. Rawa biasanya dikelilingi vegetasi, umunya dangkal dan tanaman mengapung. Vegetasi rawa terdiri dari tumbuh-tumbuhan menahun yang selalu hijau yang diselingiu oleh tamnaman merambat. Variasi atau keanekargaman hewan sangat kecil. Terdapat protozoa, rotifer, nematode, larva capung, Amphisoda, Isopoda, ikan, dan kura-kura. Pada lapisan dasar terdapat insekta, keong, dan ikan-ikan. Dalam keadaan yang tidak menyenangkan penghuni rawa membentuk kista. Sebagai contoh ikan (lepidosiner dan ceratodus) mem bungkus diri dengan lumpur selama beberapa bulan.

Jumat, 09 Oktober 2009

Porifera

BAB I
PENDAHULUAN



Setiap organisme apakah tanaman atau hewan adalah unik dalam dirinya sendiri. Ada keanekaragaman flora (tanaman) dan fauna (hewan) di dunia. Keragaman yang kita lihat sekarang adalah hasil dari 3,5 miliar tahun evolusi organik. Selama evolusi ini beberapa spesies menghilang dari permukaan bumi dan menjadi punah. Diperkirakan bahwa lebih dari lima puluh kali spesies yang ada telah punah. Dengan sejumlah besar organisme - baik yang hidup dan punah, maka akan menjadi mustahil untuk belajar setiap orang dari mereka pada tingkat individu. Tugas ini mempelajari keragaman organisme hidup dapat dibuat lebih mudah dan lebih efektif jika berbagai organisme tersebut diatur dalam tertib.


BAB I
PEMBAHASAN



Porifera berasal dari kata porus yang berarti lubang kecil dan faro yang berarti membawa atau mengandung. Jadi, Porifera dapat diartikan hewan yang tubuhnya mengandung lubang-lubang kecil atau hewan berpori-pori dan sebagai filum untuk hewan multiseluler yang paling sederhana.

Ahli Botani masa lalu, mengelompokkan spons (porifera) ke dalam Kerajaan Plantae karena bentuknya yang bercabang-cabang dan tidak mampu bergerak secara nyata. Spons baru dikelompokkan ke dalam Kingdom Animalia pada tahun 1765, setelah dilakukan penelitian dan pengamatan arus air melalui oskulumnya yang bergerak.

Anggota Filum Porifera disebut dengan sebutan spons. Spons merupakan hewan air yang umumnya hidup di perairan laut dangkal yang bebas polusi. Di dunia, terdapat sekitar 10.000 spesies spons, dan hanya 100 spesies saja yang hidup di perairantawar. Spons dewasa bersifat sesil, hidup menempel pada batu, cangkang kerang, dan permukaan keras lainnya.

1. Ciri – Ciri Porifera

Ciri-ciri morfologi porifera antara lain:
• tubuhnya berpori (ostium)
• tubuh porifera asimetri (tidak beraturan), meskipun ada yang simetri radial.
• berbentuk seperti tabung, vas bunga, mangkuk, atau tumbuhan

Ciri-ciri anatomi dari porifera antara lain:
• memiliki tiga tipe saluran air, yaitu askonoid, sikonoid, dan leukonoid
• pencernaan secara intraseluler di dalam koanosit dan amoebosit

Porifera hidup di air laut dan air tawar, tapi kebanyakan hidup di laut mulai dari daerah perairan pantai yang dangkal hingga kedalaman 5,5 km. Bentuk tubuhnya seperti tabung atau jambangan bunga yang bersifat simetris radial. Di dalam tubuhnya terdapat rongga tubuh yang disebut spongosol. Dalam fase hidupnya mengalami dua bentuk, yaitu polip (hidup berenang bebas). Ini terjadi pada fase larva.

Lalu yang kedua sessil(hidup menetap). Contoh dari porifera adala spons.
Freshwater spons tinggal di Amerika Utara, Eropa, dan Asia. Spons merupakan hawan yang hidup menempel pada suatu substrat di laut. Telah diketahui kira-kira 2500 spesies, ada beberapa yang hidup di air tawar, tetapi sebagian besar hidup di laut. Kebanyakan perusahaan membutuhkan spons permukaan di mana untuk melampirkan, seperti batu atau kerangka spons dan karang mati. Spons air tawar biasanya hidup di danau dan sungai.

Ciri-ciri fisik Freshwater spons adalah crustlike, bercabang, atau mengelompok. Tekstur sangat rapuh dan lembut, dan warnanya putih atau hijau. Tawar teratur spons telah tersebar dan nyaris tak terlihat lubang keluar air. Permukaan yang tidak rata dan kasar oleh spicules. Tubuh spons terdiri dari dua lapisan sel, diantara kedua lapisan tersebut terdapat bagian yang tersusun dari bahan yang lunak disebut mesoglea. Sel-sel yang membentuk lapisan dalam mempunyai flagea, yang mengatur aliran sel-sel ini dapat ”menangkap” partikel makanan.Bentuk spons ditentukan oleh kerangka tubuh. Kerangka tersusun dari spikula. Spikula tersebut dari sel-sel yang terdapat dalam mesoglea. Spikula tersusun dari silika atau kapur (kalsium karbonat). Beberapa spons tidak memiliki serabut-serabut yang lentur dari zat yang disebut spongin. Spons terdapat di perairan yang dangkal di daerah tropis. Bila spons diolah dapat digunakan untuk bahan atau alat pembersih.

Seperti yang kita ketahui suatu organisme yang melekat pada suatu substrat, harus mempunyai cara untuk menyebar keturunannya ke tempat lain. Untuk tujuan itu sponsa menghasilkan larva kecil yang dapat ”berenang” dengan bebas. Larva tersebut memisahkan diri dari induknya dan setelah menemukan tempat hidup yang sesuai larva akan melekat disitu dan berkembang menjadi hewan dewasa.


a. Struktur Tubuh
Tubuh porifera belum membentuk jaringan dan organ sehingga porifera dikelompokkan dalam protozoa. Permukaan luar tubuhnya tersusun dari sel-sel berbentuk pipih dan berdiding tebal yang disebut pinakosit.
Pinakosit berfungsi sebagai pelindung. Diantara pinakosit terdapat pori-pori yang membentuk saluran air yang bermuara di spongosol atau rongga tubuh.Spongosol dilapisi oleh sel “berleher” yang memiliki flagelum, yang disebut koanosit.Flagelum yang bergerak pada koanosit berfungsi untuk membentuk aliran air saru arah sehingga air yang mengandung makanan dan oksigen masuk melalui pori ke spongosol.Di spongosol makanan ditelan secara fagositosis dan oksigen diserap secara difusi oleh koanosit.Sisa pembuangan dikeluarkan melalui lubang yang disebut oskulum.

Zat makanan dan oksigen selalin digunakan oleh koanosit, sebagian juga ditransfer secara difusi ke sel-sel yang selalu bergerak seperti amoeba, yaitu amoebosit (sel amoeboid).Fungsinya pun sama yaitu mengedarkan makan dan oksigen keseluruh sel-sel tubuh lainnya.

Struktur tubuh Ada yang seperti jambangan, piala, terompet dan ada yang bercabang– cabang. Saluran air didalam tubuh bagian tengah disebut spongosol (paragaster) sedangkan oskulum merupakan lubang tempat keluarnya air. Tubuhnya berpori- pori.
Lapisan penyusun dinding tubuh porifera terdiri dari :
1. Epidermis ( lapisan terluar ), tersusun oleh sel epitelium yang pipih ( pinakosit).
2. Mesoglea ( berupa gelatin ), lapisan pembatas antara lapisan dalam dan luar yang mengandung sel ameboid ( berfungsi untuk mengangkut zat makanan dan sisa metabolisme ) dan sel skleroblas ( berfungsi membentuk spikula )
3. Endodermis ( lapisan dalam ), terdiri dari sel leher atau koanosit yang memiliki flagela dan berfungsi mencerna makanan.


b. Sistem Sirkulasi Air
1) Tipe Askon : sistem saluran air yang paling sederhana, secara berurutan terdiri atas ostia, spongiosel, dan oskulum. Contohnya: Leucosolenia dan Clatharina blanca.
2) Tipe Sikon : saluran airnya meliputi ostia, saluran radial yang tidak bercabang, spongiosel, dan oskulum. Contohnya : Pheronema sp., Schypa, dan Sycon gelatinosum.
3) Tipe Leukon (ragon) : tipe terumit. Salurannya terdiri atas ostia, saluran radial yang bercabang-cabang, spongiosel, dan oskulum. Contohnya: Euspongia officinalis dan Euspongia mollissima.

2. Penggolongan Porifera
Porifera dibedakan menjadi 3 kelas berdasar pembentuk kerangka :
a. Calcarea
Calcarea (dalam latin, calcare = kapur) atau Calcispongiae (dalam latin, calci = kapur, spongia = spons) memiliki rangka yang tersusun dari kalsium karbonat. Tubuhnya kebanyakan berwarna pucat dengan bentuk seperti vas bunga, dompet, kendi, atau silinder. Tinggi tubuh kurang dari 10 cm. Struktur tubuh ada yang memiliki saluran air askonoid, sikonoid, atau leukonoid. Rangka spikula dari zat kapur atau CaCO3 dan hidup di laut dangkal. Contoh : Sycon dan Cluthrina

b. Hexactinelida (Hyalospongiae)
Dalam bahasa yunani, hexa = enam atau Hyalospongiae dalam bahasa yunani, hyalo = kaca/transparan, spongia = spons. Mempuyai rangka spikula dari zat kersik dan hidup di laut yang dalam. Ujung spikula berjumlah enam seperti bintang.Tubuhnya kebanyakan berwarna pucat dengan bentuk vas bunga atau mangkuk.Tinggi tubuhnya rata-rata 10-30 cm dengan saluran tipe sikonoid.Hewan ini hidup soliter di laut pada kedalaman 200 – 1.000 m. Contoh : Pheronima Sp.

c. Demospongiae
Demospongiae ( dalam bahasa yunani, demo = tebal, spongia = spons) memiliki rangka yang tersusun dari serabut spongin. Tubuhnya berwarna cerah karena mengandung pigmen yang terdapat pada amoebosit. Fungsi warna diduga untuk melindungi tubuhnya dari sinar matahari. Bentuk tubuhnya tidak beraturan dan bercabang. Seluruh Demospongiae memiliki saluran air tipe Leukonoid.Habitat Demospongiae umumnya di laut dalam maupun dangkal, meskipun ada yang di air tawar. Demospongiae adalah satu-satunya kelompok porifera yang anggotanya ada yang hidup di air tawar. Demospongiae merupakan kelas terbesar yang mencakup 90% dari seluruh jenis porifera. Rangka terdiri dari silikat, bertulang lunak spons atau campuran keduanya contoh Euspongila, Spongila (bertubuh lunak) digunakan orang untuk alat pembersih kaca dan lainnya.

3. Sistem Pencernaan Porifera
Porifera hidup secara heterotrof. Makanan porifera antara lain diatom, protozoa kecil, bakteri dan partikel organik yang mengendap dari permukaan air. Makanan tersebut dicerna secara intraseluler di dalam vakuola.
Spons memperoleh makananya dengan cara menyaring partikel-pertikel makanan yang terbawa arus melewati tubuhnya. Makanan diperoleh dengan cara mengalirkan air melalui ostia (ostium) ke dalam spongiosel. Air digerakkan oleh flagelata yang terdapat pada koanosit. Selanjutnya, air dialirkan ke dalam vakuola yang terdapat di pangkal koanosit untuk dicerna. Bahan makanan yanga sudah dicerna akan diedarkan ke seluruh bagian tubuh oleh sel amebosit. Sisa hasil pencernaan dikeluarkan ke spongiosel dan dibuang keluar tubuh memalui ostium.

4. Sistem Reproduksi Porifera
Reproduksi hewan ini dilakukan secara aseksual maupun seksual. Umumnya, spons bersifat hermafrodit. Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan tunas dan gemmule. Dilakukan dengan membentuk tunas pada tubuh induk., lama-kelamaan akan terbentuk koloni porifera. Fragmen-fragmen kecil melepaskan diri dari spons induk, menempel pada substrat, dan tumbuh menjadi spons baru.
Reproduksi aseksual porifera air tawar bisa juga dilakukan untuk mengatasi kondisi lingkungan yang kering dengan pembentukan gemule ( butir benih / tunas internal), yaitu sel amebosit yang dibungkjus oleh tiga lapisan kuat. Gemmule dihasilkan menjelang musim dingin di dalam tubuh Porifera yang hidup di air tawar.Gemule akan terlihat pada saat induk hancur. Jika kondisi lingkungan membaik kemabali, maka lapisan pelindung pecah dan kehidupan dilangsungkan kembali.

Reproduksi secara seksual dilakukan dengan pembuahan sel telur suatu porifera oleh sel sprema porifera yang lain secara internal. Masing-masing individu menghasilkan sperma dan ovum. Kedua sel kelamin terbentuk dari perkembangan sel-sel amebosit atau koanosit. Sel-sel sperma dilepaskan ke dalam air, kemudian masuk ke tubuh spons lain bersama aliran air melalui ostium untuk melakukan fertilisasi. Hasil pembuahan berupa zigot yang akan berkembang menjadi larva bersilia. Larva tersebut akan keluar dari tubuh porifera induk melalui oskulum, kemudian melekat di dasar perairan untuk tumbuh menjadi dewasa.

Porifera melakukan reproduksi secara aseksual maupun seksual.Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan tunas dan gemmule.Gemmule disebut juga tunas internal.Gemmule dihasilkan hanya menjelang musim dingin di dalam tubuh porifera yang hidup di air tawar.Porifera dapat membentuk individu baru dengan regenerasi.Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan gamet (antara sperma dan ovum).Ovum dan sperma dihasilkan oleh koanosit.Sebagian besar Porifera menghasilkan ovum dan juga sperma pada individu yang sama sehingga porifera bersifat Hemafrodit.

5. Sistem Transportasi Porifera
Alat transportasi porifera menggunakan sel amoeboid. Porifera tidak memiliki darah.

6. Sistem Pernapasan Porifera

Hewan fillum Porifera atau kelompok hewan berpori tubuhnya tersusun atas banyak sel dan memilki jaringan yang sangat sederhana. Hewan ini banyak ditemukan di pantai atau laut. Porifera tidak memiliki alat pernafasan khusus. Alat respirasinya masih sangat sederhana. Air yang mengandung oksigen terlarut masuk melalui pori-pori tubuhnya.Selanjutnya oksigen yang terlarut dalam air masuk melalui sel-sel permukaan tubuhnya, yaitu sel koanosit secara difusi.

Di dalam mitokondria pada sel koanosit,oksigen digunakan untuk mengurai molekul organic menjadi molekul anorganik yang disertai pelepasan karbondioksida. Selanjutnya molekul-molekul karbondioksida yang terlarut dalam air akan bergerak berlawanan arah menuju membram sel dan keluar menuju spongosol. Air dalam spongosol digerakkan oleh flagellum sel koanosit dan mengalir keluar melalui oskulum. Contoh: Spongia sp.

7. Peranan Porifera
Rangka tubuh porifera mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, karena dapat dimanfaatkan sebagai alat pembersih (penggosok) alami ataupun sebagai pengisi jok (tempat duduk) kendaraan bermotor.
Euspongia oficinalis merupakan spons yang biasa digunakan untuk mencuci, sedangkan Euspongia mollisima biasa digunakan sebagai alat pembersih toilet yang harganya mahal. Beberapa jenis Porifera seperti Spongia dan Hippospongia dapat digunakan sebagai spons mandi.
Beberapa jenis Porifera seperti Spongia dan Hippospongia dapat digunakan sebagai spons mandi. Zat kimia yang dikeluarkannya memiliki potensi sebagai obat penyakit kanker dan penyakit lainnya.
Spons menghasilkan senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai pertahanan diri. Senyawa tersebut ternyata berpotensi sebagai bahan obat-obatan. Spesies Petrosia contegnatta mengahsilkan senyawa bioaktif yang berkhasiat sebagai obat anti kanker, sedangkan obat anti-asma diambil dari Cymbacela. Spons Luffariella variabilis menghasilkan senyawa bastadin, asam okadaik, dan monoalid yang bernilai jual sangat tinggi.

8. Archaeocyatha
Archaeocyatha adalah organisma laut dari perairan subtropis dan tropis hangat yang hidup sepanjang awal lebih rendah dari periode Cambrian. Mereka yang pertama dikenal dari awal zaman Tommotian Cambrian, sekitar 530 juta tahun yang lalu dan dengan cepat menganeka-ragamkan ke dalam seratus keluarga-keluarga. Mereka menjadi batu karang planet sangat awal yang membangun binatang.

Hari ini archaeocyathan dapat dikenal oleh kecil tetapi perbedaan konsisten di dalam struktur fosil mereka. Beberapa archaeocyathans telah dibangun seperti mangkuk tersarang sepanjang 30 cm. Beberapa archaeocyaths adalah solitary organisma, yang lain membentuk jajahan. Kemudian, di sekitar 520 juta tahun yang lalu archaeocyaths memasuki suatu kemunduran jelas. Hampir semua jenis berakhir dengan pertengahan Cambrian, dengan jenis menghilang sebelum ujung periode Cambrian, penghilangan dan kemunduran yang cepat mereka bersamaan waktu dengan suatu penganeka-ragaman secepat Demosponges.

Archaeocyathans tinggal di kawasan pantai maupun laut dangkal. Distribusi yang tersebar luas mereka di atas hampir keseluruhan dunia Cambrian, seperti halnya keaneka-ragaman yang sejenis.

Archaeocyathans berperan dalam ilmu stratigrafi yaitu dapat menentukan umur lapisan batuan. Dengan adanya Archaeocyathans di dalam lapisan batuan, maka lapisan batuan tersebut berada pada zaman kambrium.

Selasa, 01 September 2009

Film HOT SHOT Lebay abis, tapi seru....!

Hot Shot adalah sebuah drama Asia dari Taiwan yang dibintangi oleh aktor Taiwan yang pernah pula menjadi pemeran utama di Meteor Gerden.

Film yang dibintangi Jerry Yan ini mengisahkan perjalanan dan semangat seorang Yuan Da Ying (Alan Lou) untuk menjadikan dirinya sebagai pemain basket yang handal. Film ini memfokuskan pada permainan basket yang sedikit lebay seperti Slam Dunk namun kisah percintaan Yuan Da Ying (Alan Luo), Dong Fang Xiang (Jerry Yan) dan Zhan Ji Er (Tracy Zhou) ikut meramaikan film ini.

Hot Shot bermula ditayangkan di Indosiar setiap hari Sabtu-Minggu pukul 16.30, aku tak mengikuti film ini dari awal dan tau-tau film ini sudah selesai. Cepat sekalai, pikirku. Alhasil aku membelilah DVDnya. Hum, sempat merasa kesal karena filmnya ternyata sudah habis dijual dan aku harus menunggu sekitar seminggu. Dalam DVD itu terdapat back d'sreennya. Well, ternyata Alan Lou aslinyapun memang konyol. Hhhahha....

Ini dia pemeran-pemerannya :

Alan Luo as Yuan Da Ying

Yuan Da Ying yang memiliki sifat optimisme dan sering membuat kekonyolan. Pemain andalan kedua di klub basket universitas Bi Li, mempunyai jurus andalan yaitu Bola Api, dan ingin mengalahkan Dong Fang Xiang dan ingin selalu menjadi no satu.



Jerry Yan as Dong Fang Xiang

Jerry Yan tetap berperan seperti film pertamnya, Meteor Garden. Terlahir di keluarga kaya raya yang memiliki sifat pendiam dan dingin juga selalu menjadi no satu dan diidolakan wanita.





Tracy Zhou as Zhen Ji Er 

Tracy Zhou adalah seorang anak supir kakek Dong Fang Xiang yang juga menjadi sahabat sekaligus orang yang dicintai Dong Fang Xiang juga Da Ying. Di akhir cerita, Zhen Ji Er ternyata adalah Qui Gui yang merupakan teman duel Dong Fang Xiang bermain basket.




Coco Jiang as Li Ying

Coco Jiang berperan sebagai pelatih tim Bi Li yang merupakan mantan pelatih NBA.






 Wu Chun as Wu Ji Zun

Wu Chun berperan sebagai pengamat permainan bola basket, jurus-jurus pemain basket ia tiru terutama permainan Dong Fang Xiang dan Yuan Da Ying.






Film ini memberikan amanat yang baik, persahabatan dan optimisme seseorang untuk meraih harapannya.
Gak akan nyesel deh nonton film ini. 

Mengemis bukan sebuah Profesi....!

"Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah" Sabda Rasulullah Saw yang artinya lebih mulialah orang yang memberi daripada orang yang menerima.

Bersedekah memanglah sangat penting untuk menabung amal di kemudian hari. Tapi apakah kita memberi sedekah pada orang yang tepat? Yah, banyak sekali pengemis yang bertopeng dalam wajah yang pantas dikasihani. Baju compang camping dengan muka lusuh, berkaki pincang dan berkoreng, mengais bayi, atau menuntun seorang tuna netra.

"Gak usah pilih-pilih bersedekah pada siapa, yang penting itu niat kita bersedekah. Serahkan semua pada Allah. Dialah yang mengatur semuanya." 

Tetapi jika saja mengemis itu menjadi suatu kebiasaan bahkan menjadi profesi? Salahkah kita untuk memilih-milih pada siapa kita harus bersedekah? 

Seperti penduduk Desa Pragaan Daya Kecamatan Pragaan Sumenep,  Madura. Dari jumlah penduduk yang ada itu, hampir 80 % bisa dikatakan menggantungkan hidup dengan menjadi peminta-minta. Profesi ini bukanlah hal yang memalukan lagi bagi penduduk Sumenep.

Siapa sangka jika pendapatan pengemis itu jauh lebih besar dari gaji seorang pegawai negeri sipil (Sipil) yang hanya menjadi seorang staf di pemerintahan. Setiap pengemis asal Desa Pragaan Daya Kecamatan Pragaan Sumenep mampu mengumpulkan rezeki dari meminta-minta itu hingga pada kisaran Rp1,5 juta sampai Rp 2,5 juta setiap bulan.

Satu dari penduduk desa pengemis, Ny Halimah (46) yang kesehariannya menjadi peminta-minta di Kota Sumenep sudah memiliki 4 ekor sapi. Dia memiliki rumah yang selesai dibangun 3 tahun silam lengkap dengan perabotan mewah.

Meski sudah tergolong kelas ekonomi menengah untuk ukuran desa, namun Ny Halimah mengaku tidak bisa meninggalkan profesinya sebagai penerima sedekah dari orang lain yang sudah turun temurun dilakukan.

Banyak alasan yang dikemukakan. Selain tidak memiliki lahan pertanian yang cukup hingga tidak mempunyai skill yang bisa menghasilkan menutupi kebutuhan hidupnya.

"Saya tidak mempunyai pekerjaan lagi, kecuali menerima sedekah dari orang lain. Dan ini pekerjaan yang telah turun-temurun dan tidak mungkin ditinggalkan," kata Halimah kepada detiksurabaya.com di rumahnya, Kamis (20/8/2009).

Meminta-minta dijadikan sebuah profesi???? Perlu ditekankan, kalau begini kasusnya, mereka bukanlah menerima sedekah tapi meminta sedekah!
  
Tidak sedikit bagi mereka yang mengemis di luar Madura mempunyai kemampuan lebih. Bahkan, ada yang menyandang predikat haji atau telah mampu melaksanakan rukun Islam yang kelima dari hasil mengemis.

"Kalau sudah jadi pak haji baru berhenti, tinggal anak-anaknya yang melanjutkan pekerjaan menerima sedekah itu," katanya seraya menolak menyebutkan identitas orang yang dimaksud.

Sementara Sekretaris Desa Pragaan Daya Kecamatan Pragaan Sumenep, Moh Haruji Saleh mengaku tidak risau dengan predikat desa pengemis. "Ini sudah bagian dari kehidupan warga kami sehingga harus menyandang predikat kampung pengemis. Ya tidak apa-apa," ujar Haruji kepada detiksurabaya.com di rumahnya.

Dia mengaku sudah melakukan berbagai macam cara untuk menghentikan kebiasaan meminta-minta namun menemui kesulitan. Selain mereka tidak mempunyai pekerjaan lain, juga ada sebagian yang memang tidak mempunyai lahan pertanian.

"Usaha yang bisa dilakukan hanya dengan memutus mata rantai menjadi pengemis. Para kawula mudanya jangan sampai ikut mewarisi profesi orang tuanya itu," terangnya.

Para kawula muda, kata dia, pendidikannya sudah banyak yang masuk perguruan tinggi. Bahkan, ada yang masuk di fakultas kedokteran di sebuah perguruan tinggi di Jember. Meski diakui jika biaya untuk menyekolahkan itu dari hasil mengemis, bukan berarti harus menjalankan profesi orang tuanya.



Bagaimana menindak lanjuti kebiasaan mengemis yang sebagian besar telah menyebutnya sebagai profesi?

Jujur saja, aku lebih menghormati penjual koran, pedagang asongan, pemulung, tukang rongsokan, atau apalah ketimbang pengemis yang menggantungkan hidupnya dengan meminta-minta. Masih banyak pekerjaan terhormat daripada meminta-minta. Dan perlu ditekankan, meminta-minta TIDAK PANTAS DIJADIKAN SEBAGAI PROFESI.....

Well, i hope we will be a useful person, for familly, religion and nation. 
 

Senin, 31 Agustus 2009

Aku Cinta Kamu dalam berbagai bahasa

English - I love you
Afrikaans - Ek het jou lief
Albanian - Te dua
Arabic - Ana behibak (to male)
Arabic - Ana behibek (to female)
Armenian - Yes kez sirumen
Bambara - M'bi fe
Bangla - Aamee tuma ke bhalo aashi
Belarusian - Ya tabe kahayu
Bisaya - Nahigugma ako kanimo
Bulgarian - Obicham te
Cambodian - Soro lahn nhee ah
Cantonese Chinese - Ngo oiy ney a
Catalan - T'estimo
Cheyenne - Ne mohotatse
Chichewa - Ndimakukonda
Corsican - Ti tengu caru (to male)
Creol - Mi aime jou
Croatian - Volim te
Czech - Miluji te
Danish - Jeg Elsker Dig
Dutch - Ik hou van jou
Esperanto - Mi amas vin
Estonian - Ma armastan sind
Ethiopian - Afgreki'
Faroese - Eg elski teg
Farsi - Doset daram
Filipino - Mahal kita
Finnish - Mina rakastan sinua
French - Je t'aime, Je t'adore
Frisian - Ik h滎d fan dy
Gaelic - Ta gra agam ort
Georgian - Mikvarhar
German - Ich liebe dich
Greek - S'agapo
Gujarati - Hoo thunay prem karoo choo
Hiligaynon - Palangga ko ikaw
Hawaiian - Aloha Au Ia`oe (Thanks Craig)
Hebrew - Ani ohev otah (to female)
Hebrew - Ani ohev et otha (to male)
Hiligaynon - Guina higugma ko ikaw
Hindi - Hum Tumhe Pyar Karte hae
Hmong - Kuv hlub koj
Hopi - Nu' umi unangwa'ta
Hungarian - Szeretlek
Icelandic - Eg elska tig
Ilonggo - Palangga ko ikaw
Indonesian - Saya cinta padamu
Inuit - Negligevapse
Irish - Taim i' ngra leat
Italian - Ti amo
Japanese - Aishiteru
Kannada - Naanu ninna preetisuttene
Kapampangan - Kaluguran daka
Kiswahili - Nakupenda
Konkani - Tu magel moga cho
Korean - Sarang Heyo
Latin - Te amo
Latvian - Es tevi miilu
Lebanese - Bahibak
Lithuanian - Tave myliu
Malay - Saya cintakan mu / Aku cinta padamu
Malayalam - Njan Ninne Premikunnu
Mandarin Chinese - Wo ai ni
Marathi - Me tula prem karto
Mohawk - Kanbhik
Moroccan - Ana moajaba bik
Nahuatl - Ni mits neki
Navaho - Ayor anosh'ni
Norwegian - Jeg Elsker Deg
Pandacan - Syota na kita!!
Pangasinan - Inaru Taka
Papiamento - Mi ta stimabo
Persian - Doo-set daaram
Pig Latin - Iay ovlay ouyay
Polish - Kocham Ciebie
Portuguese - Eu te amo
Romanian - Te iubesc
Russian - Ya tebya liubliu
Scot Gaelic - Tha gra\dh agam ort
Serbian - Volim te
Setswana - Ke a go rata
Sign Language - ,\,,/ (represents position of fingers when signing'I Love You')
Sindhi - Maa tokhe pyar kendo ahyan
Sioux - Techihhila
Slovak - Lu`bim ta
Slovenian - Ljubim te
Spanish - Te quiero / Te amo
Swahili - Ninapenda wewe
Swedish - Jag alskar dig
Swiss-German - Ich lieb Di
Surinam - Mi lobi joe
Tagalog - Mahal kita
Taiwanese - Wa ga ei li
Tahitian - Ua Here Vau Ia Oe
Tamil - Nan unnai kathalikaraen
Telugu - Nenu ninnu premistunnanu
Thai - Chan rak khun (to male)
Thai - Phom rak khun (to female)
Turkish - Seni Seviyorum
Ukrainian - Ya tebe kahayu
Urdu - mai aap say pyaar karta hoo
Vietnamese - Anh ye^u em (to female)
Vietnamese - Em ye^u anh (to male)
Welsh - 'Rwy'n dy garu di
Yiddish - Ikh hob dikh
Yoruba - Mo ni fe

Senin, 10 Agustus 2009

Pemanasan Global



Hum, pasti kalian sudah sering mendengar tentang pemanasan global atau yang sering kita kenal dengan global warming. Saat ini, pemanasan global menjadi primadona dalam perbincangan masyarakat.

Ada yang bilang pemanasan global itu hanya khayalan para pecinta lingkungan. Ada yang bilang itu sudah takdir. Ilmuwan juga masih pro dan kontra soal itu. Tapi menurut pandangan saya, pemanasan global itu memang sedang terjadi saat ini.

MARI BERPIKIR..............

Baik pertama-tama, kita rasakan apakah perubahan-perubahan yang terjadi pada waktu dekat ini. Hum, yang saya rasakan adalah peningkatan suhu bumi yang berlebihan. Dapat kita rasakan panas matahari di siang hari terasa sangat menyengat tidak seperti sedia kala.

"Bandung ko panas yah?!" atau "Ko hari ini panas banget yah"
sering sekali kata-kata itu terlontar dari mulut kita atau orang yang ada di sekitar kita. Nah, itulah salah satu kondisi dimana akibat dari global warming atau pemanasan global.

Mari kita kilas, jadi apa sih pemanasan global itu??????


Pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi. Pada saat ini bumi menghadapi pemanasan yang cepat. Menurut para ahli meteorologi, selama seratus tahun terakhir, rata-rata temperatur ini telah meningkat dari 15oC menjadi 15.6oC.

"Lalu, apa sih penyebabnya???"

Penyebab utama pemanasan global adalah pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, yang melepas karbondioksida dan gas-gas lainnya yang dikenal sebagai gas rumah kaca ke atmosfer (CFC).

Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC).



"Sering banget ngedenger efek rumah kaca. Apaan sieh?"

Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup. Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari.



Ketika atmosfer semakin kaya akan gas-gas rumah kaca ini, ia semakin menjadi insulator yang menahan lebih banyak panas dari Matahari yang dipancarkan ke Bumi. Jadi sih intinya Bumi kita tuh memanas karena sinar matahari yang sudah masuk ke bumi kita tidak bisa keluar lagi karena gas-gas rumah kaca tadi membentuk lapisan di atmosfer yang memantulkan sinar matahari tadi. Peristiwa ini dikenal dengan efek rumah kaca (ERK) karena peristiwanya sama dengan rumah kaca, dimana panas yang masuk akan terperangkap di dalamnya, tidak dapat menembus ke luar kaca, sehingga dapat menghangatkan seisi rumah kaca tersebut.

"Lalu apa sieh dampaknya bagi kehidupan manusia, selain suhu bumi menjadi meningkat?"

Dampak pemanasan global di indonesia adalah sebagai berikut(http://mbojo.wordpress.com :
A. Akibat yang bersifat menguntungkan :
· Bertambahnya produktifitas tanaman di daerah beriklim dingin
· Menurunnya resiko kerusakan tanaman pertanian oleh cekaman dingin
· Meningkatnya runoff yang berarti meningkatnya debit aliran air pada daerah kekurangan air
· Berkurangnya tenaga listrik untuk pemanasan
· Menurunnya angka kesakitan dan angka kematian oleh cekaman dingin
B. Akibat yang bersifat merugikan :
· Meningkatnya tingkat kematian dan penyakit serius pada manula dan golongan miskin perkotaan
· Meningkatnya cekaman panas pada binatang liar dan ternak
· Perubahan pada tujuan wisata
· Meningkatnya resiko kerusakan sejumlah tanaman pertanian
· Meningkatnya tenaga listrik untuk pendinginan
· Memperluas kisaran dan aktivitas beberapa hama dan vektor penyakit
· Meningkatnnya banjir, erosi dan tanah longsor
· Meningkatnya runoff yang berarti meningkatnya debit aliran air pada daerah basah
· Akibat ekstrim kompleks (seluruhnya bersifat merugikan):
· Berkurangnya produksi tanaman pertanian oleh kejadian kekeringan dan banjir
· Meningkatnya kerusakan bangunan oleh pergeseran batuan
· Penurunan sumberdaya air secara kualitatif maupun kuantitatif
· Meningkatnya resiko kebakaran hutan
· Meningkatnya resiko kehidupan manusia, epidemi penyakit infeksi
· Meningkatnya erosi pantai dan kerusakan bangunan dan infrastruktur pantai.
· Meningkatnya kerusakan ekosistem pantai seperti terumbu karang dan mangrove
· Menurunnya potensi pembangkit listrik tenaga air di daerah rawan kekeringan
· Meningkatnya kejadian kekeringan dan kebanjiran
· Meningkatnya kerusakan infrastuktur

Menurut penelitian, dampak lainnya yaitu :
1. Musim menjadi tak menentu. Musim semi datang lebih awal sehingga salju meleleh lebih awal juga. Area hutan lebih kering dari biasanya dan lebih mudah terbakar. Hal ini diakibatkan
2. Ketinggian gunung berkurang. Tanpa disadari banyak orang, pegunungan Alpen mengalami penyusutan ketinggian. Ini diakibatkan melelehnya es di puncaknya. Selama ratusan tahun, bobot lapisan es telah mendorong permukaan bumi akibat tekanannya. Saat lapisan es meleleh, bobot ini terangkat dan permukaan perlahan terangkat kembali.
3. Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut.
4. Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Seperti meningkatnya kejadian Demam Berdarah karena munculnya ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak. Dengan adamya perubahan iklim ini maka ada beberapa spesies vektor penyakit (eq Aedes Agipty), Virus, bakteri, plasmodium menjadi lebih resisten terhadap obat tertentu yang target nya adala organisme tersebut.