Jumat, 10 Desember 2010

TEKTONIK DASAR LAUT

       Teori Tektonik Lempeng  (bahasa Inggris: Plate Tectonics) adalah teori dalam bidang geologi yang dikembangkan untuk memberi penjelasan terhadap adanya bukti-bukti pergerakan skala besar yang dilakukan oleh litosfer bumi. Teori ini telah mencakup dan juga menggantikan Teori Pergeseran Benua yang lebih dahulu dikemukakan pada paruh pertama abad ke-20 dan konsep seafloor spreading yang dikembangkan pada tahun 1960-an.
Bukti pertama bahwa lempeng-lempeng itu memang mengalami pergerakan didapatkan dari penemuan perbedaan arah medan magnet dalam batuan-batuan yang berbeda usianya. Penemuan ini dinyatakan pertama kali pada sebuah simposium di Tasmania tahun 1956. Mula-mula, penemuan ini dimasukkan ke dalam teori ekspansi bumi , namun selanjutnya justeru lebih mengarah ke pengembangan teori tektonik lempeng yang menjelaskan pemekaran (spreading) sebagai konsekuensi pergerakan vertikal (upwelling) batuan, tetapi menghindarkan keharusan adanya bumi yang ukurannya terus membesar atau berekspansi (expanding earth) dengan memasukkan zona subduksi/hunjaman (subduction zone), dan sesar translasi (translation fault).
Pada waktu itulah teori tektonik lempeng berubah dari sebuah teori yang radikal menjadi teori yang umum dipakai dan kemudian diterima secara luas di kalangan ilmuwan. Penelitian lebih lanjut tentang hubungan antara seafloor spreading dan balikan medan magnet bumi (geomagnetic reversal) oleh geologHarry Hammond Hess dan oseanograf Ron G. Mason menunjukkan dengan tepat mekanisme yang menjelaskan pergerakan vertikal batuan yang baru.
A.      Jenis Pergerakan Lempeng (Plate Movement)
Berdasarkan arah pergerakannya, perbatasan antara lempeng tektonik yang satu dengan lainnya (plate boundaries) terbagi dalam 3 jenis, yaitu divergen, konvergen, dan transform. Selain itu ada jenis lain yang cukup kompleks namun jarang, yaitu pertemuan simpang tiga (triple junction) dimana tiga lempeng kerak bertemu.

1.       Batas Divergen
Terjadi pada dua lempeng tektonik yang bergerak saling memberai (break apart). Ketika sebuah lempeng tektonik pecah, lapisan litosfer menipis dan terbelah, membentuk batas divergen. Pada lempeng samudra, proses ini menyebabkan pemekaran dasar laut (seafloor spreading). Sedangkan pada lempeng benua, proses ini menyebabkan terbentuknya lembah retakan (rift valley) akibat adanya celah antara kedua lempeng yang saling menjauh tersebut.
Pematang Tengah-Atlantik (Mid-Atlantic Ridge) adalah salah satu contoh divergensi yang paling terkenal, membujur dari utara ke selatan di sepanjang Samudra Atlantik, membatasi Benua Eropa dan Afrika dengan Benua Amerika.
2.       Batas Konvergen
Terjadi apabila dua lempeng tektonik tertelan (consumed) ke arah kerak bumi, yang mengakibatkan keduanya bergerak saling menumpu satu sama lain (one slip beneath another). Wilayah dimana suatu lempeng samudra terdorong ke bawah lempeng benua atau lempeng samudra lain disebut dengan zona tunjaman (subduction zones). Di zona tunjaman inilah sering terjadi gempa. Pematang gunung-api (volcanic ridges) dan parit samudra (oceanic trenches) juga terbentuk di wilayah ini.
Batas konvergen ada 3 macam, yaitu 1) antara lempeng benua dengan lempeng samudra, 2) antara dua lempeng samudra, dan 3) antara dua lempeng benua.
a.       Konvergen lempeng benua—samudra (Oceanic—Continental)
Ketika suatu lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng benua, lempeng ini masuk ke lapisan astenosfer yang suhunya lebih tinggi, kemudian meleleh. Pada lapisan litosfer tepat di atasnya, terbentuklah deretan gunung berapi (volcanic mountain range). Sementara di dasar laut tepat di bagian terjadi penunjaman, terbentuklah parit samudra (oceanic trench).
Pegunungan Andes di Amerika Selatan adalah salah satu pegunungan yang terbentuk dari proses ini. Pegunungan ini terbentuk dari konvergensi antara Lempeng Nazka dan Lempeng Amerika Selatan.
b.      Konvergen lempeng samudra—samudra (Oceanic—Oceanic)
Salah satu lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng samudra lainnya, menyebabkan terbentuknya parit di dasar laut, dan deretan gunung berapi yang pararel terhadap parit tersebut, juga di dasar laut. Puncak sebagian gunung berapi ini ada yang timbul sampai ke permukaan, membentuk gugusan pulau vulkanik (volcanic island chain).
Pulau Aleutian di Alaska adalah salah satu contoh pulau vulkanik dari proses ini. Pulau ini terbentuk dari konvergensi antara Lempeng Pasifik dan Lempeng Amerika Utara.
c.       Konvergen lempeng benua—benua (Continental—Continental)
Salah satu lempeng benua menunjam ke bawah lempeng benua lainnya. Karena keduanya adalah lempeng benua, materialnya tidak terlalu padat dan tidak cukup berat untuk tenggelam masuk ke astenosfer dan meleleh. Wilayah di bagian yang bertumbukan mengeras dan menebal, membentuk deretan pegunungan non vulkanik (mountain range).
Pegunungan Himalaya dan Plato Tibet adalah salah satu contoh pegunungan yang terbentuk dari proses ini. Pegunungan ini terbentuk dari konvergensi antara Lempeng India dan Lempeng Eurasia.
3.       Batas Transform
Terjadi bila dua lempeng tektonik bergerak saling menggelangsar (slide each other), yaitu bergerak sejajar namun berlawanan arah. Keduanya tidak saling memberai maupun saling menumpu. Batas transform ini juga dikenal sebagai sesar ubahan-bentuk (transform fault).
Batas transform umumnya berada di dasar laut, namun ada juga yang berada di daratan, salah satunya adalah Sesar San Andreas (San Andreas Fault) di California, USA. Sesar ini merupakan pertemuan antara Lempeng Amerika Utara yang bergerak ke arah tenggara, dengan Lempeng Pasifik yang bergerak ke arah barat laut. Sumber: The Dynamic Earth, USGS.
a.       Lempeng Tektonik Utama

Lempeng-lempeng tektonik utama yaitu:




DAFTAR   PUSTAKA

Kamis, 09 Desember 2010

Istilah dalam Geotektonik

ISTILAH-ISTILAH DALAM GEOTEKTONIK

Astenosfer                   : lapisan material cair liat yang melebur sebagian di lajur kecepatan seismic rendah di bagian bawah mantel bumi.
Atol                             : rangkaian pulau-pulau terumbu karang yang berbentuk cincin yang hidup di sekitar kerucut puncak gunungapi.
back arc basins            : cekungan belakang busur yang terbentuk akibat pensesaran normal di kawasan belakang busur.
Basal drag                   : arus konveksi berskala besar di mantel atas disalurkan melalui astenosfer, sehingga pergerakan didorong oleh gesekan antara astenosfer dan litosfer.
Central Icelandic depression : lembah terban di tengah pulau yang berimpit dengan jalur gunung api yang aktif saat ini yang mengidentifikasi sebagai pusat beraian (pemekaran).
Continental  shelves    : perimeter diperpanjang benua dan juga dataran pantai yang merupakan bagian dari benua selama periode glasial, tetapi bawah laut selama periode interglasial seperti saat ini dikenal dengan laut dangkal dan teluk .
Continental plates       : lempeng bumi yang ditutupi seluruhnya atau hampir semuanya oleh kerak benua.
Continental slopes       : lereng kontinen yang menghubungkan antara landas kontinen dan kerak samudera. Sebuah lereng kontinen biasanya sekitar 20 km (12.4 mi) lebar, terdiri dari lumpur dan silts, dan sering potong oleh lembah bawah laut.
Convective flows        : aliran konveksi panas dari perut (mantel) bumi.
Convergen plate boundary :    Sebuah batas di mana dua lempeng tektonik bergerak sama lain. Jika dua lempeng memiliki densitas sama, mereka biasanya saling mendorong memberikan gaya sehingga membentuk rantai pegunungan. Jika dua lempeng tersebut memiliki densitas tidak sama maka lempeng yang satu  akan menunjam di zona subduksi. Pantai barat Amerika Selatan dan Pegunungan Himalaya batas lempeng konvergen.
Convergen zone          : kawasan yang dibentuk oleh berbagai jenis, umur dan struktur batuan yang alokton dan atau para-alokton.
Cordillera                    : rantaian pegunungan lipatan dan sesar yang berjalan di sepanjang garis pantai, misalnya Pegunungan Andes.
Double arc collision    : tumbukan ganda busur kepulauan sehingga keduanya bergabung dan membentuk segmen linier pada kerak bumi. Kawasan yang terbentuk dengan system tumbukan ganda ini dapat diidentifikasidari keberadaan sepasang jalur malihan yang mencirikan lajur tunjaman.
Ensimatik                    : batuan sedimen yang terakumulasi di bagian bawah lereng benua yang diendapkan di atas kerak samurera.
Epirogenesa                 : pengangkatan atau penurunan benua akibat tenaga endogen yang bekerja pada daerah luas dan kecepatannya lambat. Misalnya pergerakan Benua Gondwana.
Eugeosinklin               : geosinklin dengan batuan sedimen yang diendapkan di atas sedimen baseman kerak samudera.
Fractional melting differentiations : proses pemisahan mineral silikat akibat peleburan bagian tertentu.
Guyot                          : puncak kerucut gunungapi yang datar atau terpancung di dasar samudera dalam. Guyot merupakan pulau-pulau vulkanik di kawasan pegunungan tengah samudera yang terbentuk di atas bubungan kerucut (plumes) mantel bumi.
Horst                           : tinggian yang menonjol di kedua sisi lembah terban yang turun serta dibatasi oleh sesar naik yang memicu terjadinya kedua struktur horst dan terban tersebut.
Lajur Benioff              : lajur tunjaman yang terbentuk di bawah palung dan lempeng bumi yang menunjam (overriding plate).
Litosfer                       : kerek bumi bersama bagian atas mantel bumi yang padat.
Mid-ocean ridge          : sistem interkoneksi dari gunung berapi bawah laut yang berliku-liku di atas bumi. Mid-ocean ridge secara geologis aktif, dengan magma baru terus-menerus muncul ke dasar laut dan ke dalam kerak dan dekat patahan sepanjang sumbu punggungan
Miogeosinklin             : jenis geosinklin dimana batuan sedimen terendapkan di dalam cekungan yang didasari kerak benua.
Normal collision          : tunjaman terjadi secara frontal atau gerakan gaya utama lempeng bumi tegak lurus pada sumbu sepanjang palung atau lajur tumbukan/tunjaman seperti di Perairan Selatan Jawa-Nusatenggara.
Oblique collision         : tunjaman terjadi dengan arah pergerakan dan gaya utama lempeng bumi menyudut dan pemberai lempeng menyudut kurang dari 900 pada sumbu panjang palung atau lajur tunjaman seperti di Perairan Barat Sumatera.
Oceanic plates             : lempeng bumi yang ditutupi seluruhnya atau hampir semuanya oleh kerak samudera.
Orogenesa                   : proses pembentukan pegunungan yang bekerja pada daerah yang relatif sempit  serta kecepatan relatif cepat sehingga menyebabkan terjadinya lipatan atau patahan tergantung besarnya dan dari mana tenaga tersebut bergerak.
Outer swell                  : pulau kecil di atas muka laut disebut juga tonjolan luar.tonjolan luar yang muncul berupa pulau kecil di atas muka laut yang diperkirakan dibentuk oleh naiknya magma mantel yang keluar melalui rekahan dan membentuk lelehan lava yang membeku dan mengumpul di puncak tonjolan magma.
Plateau basalts             : aliran lava yang berasal dari bubungan kerucut mantel (plumes) yg berkomposisi basalt toleitik yang terdapat di benua.
Pull apart basins          : jenis cekungan struktural yang dibentuk antara dua strike-slip fault atau flexure dalam transform fault yang mengakibatkan tektonik tensional yang menarik bagian kerak antara sehingga terpisah dan menyebabkan ekstensi.
Retro-arc basins          : sebagian dari busur samudera yang terperangkap antara busur kepulauan dengan benua ataupun busur kepulauan lain.
Rift valleys                  : daratan rendah berbentuk linier antara daratan tinggi atau pegunungan yang terbentuk karena aktivitas geologi rift dan fault.
Ring of fire                 : kawasan seputar Samudera Pasifik yang dikelilingi oleh pasangan palung dan busur gunung api, disebut juga cincin api.
Seafloor spreading      : terjadi pada mid oceanic ridg dimana terbentuk kerak samudera baru melalui aktivitas gunung berapi dan kemudian secara bertahap bergerak menjauh dari punggungan. Seafloor spreading membantu menjelaskan pergeseran benua dalam teori tektonik lempeng.
Slab suction                 : Arus konveksi lokal memberikan tarikan ke bawah pada lempeng di zona subduksi di palung samudera. Penyerotan lempengan (slab suction) ini bisa terjadi dalam kondisi geodinamik di mana tarikan basal terus bekerja pada lempeng ini pada saat ia masuk ke dalam mantel, meskipun sebetulnya tarikan lebih banyak bekerja pada kedua sisi lempengan, atas dan bawah.
Submarine fan             : akumulasi sedimen di dasar laut yang dalam, dalam konfigurasi seperti kipas pada bagian dari kerucut yang sangat rendah, dengan puncaknya di mulut lebih rendah dari submarine canyon gores ke continental slope.
Tectonic accretion       : jenis penambahan dan pertumbuhan benua.
Tectonic cycle             : kegiatan tektonik yang dalam kurun waktu yang hampir bersamaan terjadi pembentukan kerak bumi baru di satu sisi berupa naiknya magama mendingin dan membeku menjadi kerak bumi beru di punggungan tengah samudera.
Tectonic sutures          : lajur kontak antara dua keratin batuan atau minakat yang bertetangga. Lajur ini merupakan lajur lemah sangat berpotensi untuk aktif atau teraktifkan kembali.
Tectonic terrains          : satuan tektonik yang secara khusus digunakan untuk menyatakan keberadaan suatu kawasan yang memiliki cirri geologi termasuk jenis, runtunan batuan, umur, struktur dan tektonik tersendiri.
Tektonis epirogenesa   : proses perubahan bentuk daratan yang disebabkan oleh tenaga yang lambat dengan arah vertikal, meliputi wilayah yang luas. Merupakan proses pembentukan gunung akibat tabrakan lempeng benua, sesar bawah benua, perekahan kontinen, atau pergeseran punggung samudra dengan benua. Tenaga ini biasanya diikuti pelengkungan (warping), lipatan (folding), patahan (faulting), dan retakan (jointing).
Triple junction             : tumpuan tektonik becabang tiga akibat interaksi tiga lempeng yang bergerak saling menumpu.
Warping                      : gerak vertikal yang tidak merata pada suatu daerah, khususnya yang berbatuan sedimen akan menghasilkan perubahan struktur lapisan yang mulanya horisontal menjadi melengkung. Jika melengkung ke atas menjadi kubah (dome), jika ke bawah menjadi cekungan (basin).


DAFTAR PUSTAKA

Simandjuntak, T.O.,2004. Tektonika. Puslitbang Geologi. Bandung.
Diunduh pada tanggal 25 Oktober 2010

My town : SUBANG

Alasan saya menulis dengan tema tentang Subang dikarenakan. Banyak sekali orang yang tidak mengenal Subang. Misalnya saja ketika saya masuk kuliah dan teman saya menanyakan kota asal saya, banyak sekali yang tidak mengetahui letak Subang.
"Dimana sih Subang?"
dan yang mereka pikir tentang subang. Subang itu kampung nan jauh di pelosok, terpencil, mempet sawah....
what?! Djiiiigggg!!!!
padahal yaaaa, Subang tidak jauh dengan Bandung dan Lembang. Anda pasti tau kan, Gunung Tangkuban Perahu dan Ciater???? itu objek wisata Subang looooh. dan kebanyakan orang menyangka objek wisata itu kepunyaan Bandung. Weiiiitsss! salaaaahh......
ini dia objek wisata yang ada di Subang. Anda link saja ke web ini http://www.subang.go.id/objek.php. Bagi kalian-kalian yang menyukai traveling, geowisata, hiburan, pantai dan pegunungan. Subang pilihan yang tepat.

Dan, taukah anda Subang tertulis di sejarah Indonesia. Anda masih ingat dengan Kalijati? Kekalahan demi kekalahan Belanda dengan sekutunya ( Amerika, Inggris, Australia ) hingga menyeret Belanda ke meja perundingan di Kalijati, Subang, Jawa Barat, 8 Maret 1942.
PETA LOKASI SUBANG
       Ini peta lokasi Subang. Luasnya berkisar 205.176,95 ha atau 6,34 % dari luas Provinsi Jawa Barat. kemarin, saya sering ditanya oleh senior-senior tentang daerah Subang yang menjadi objek KKN mereka. sedikit malu juga siiiii soalnya tidak semua nama kecamatan-kecamatannya saya hapal.
      Jadiiiii, ini loh Subang kawan. data yang ada di blog saya pastinya kurang lengkap. Jika ingin lebih jauh mengenal Subang baik dari segi sejarahnya, pemerintahannya, lokasi geografis, dan lain-lain dapat di link ke web http://www.subang.go.id.........

 Join with Subang community. berbanggalah saya menjadi masyarakat Subang ^...^

Sabtu, 20 Februari 2010

Prosesi Jahim 2008

Sabtu, 20 Februari 2010

Bagi kami, Geologi Unpad 2008 tanggal itu adalah tanggal bersejarah yang akan menjadi kenangan manis. Sebuah kenangan yang kelak akan menjadi cerita untuk anak dan cucu kami. Melewati mabim yang selama 4 bulan, di gembleng oleh kaka senior tercinta. Membuat kami semakin merasa kuat. Khususnya saya. Saya yang awal mulanya merasa terdampar di jurusan ini mulai mencintai dan saat ini saya sangat mencintai jurusan saya. Saya tidak menyesal lagi. Betapa eratnya kekeluargaan dan kekompakan yang diajarkan oleh para senior, membuat saya sadar betapa kita sangat membutuhkan sesama.





waktu kami di kumpulin di lapangan merah kiara payung, Jatinangor







Gara-gara telat dateng kumpul jadi di strap di depan (termasuk saya) hehe...gara2 main ayodance semalemnya...












Serius dengerin akang ngasih pengarahan







 



Lari-lari keliling lapangan sambil teriak Geologi 3X...
Semangat banget tuh saya.










Team medik dikerjain senior nari-nari sambil nyemangatin temen-temen yang pada lari. Yang depan, leader of medik. Namanya Arip. Wew...kocak deh...






 

Arip in action....
bulu keteknya baguuuus, rip...
(rip, maap gw tag rip....)



Ini dia, event terseru... menyelup kedalam lumpur....











ini senior kita, 2005....senior kami tercinta....


 








ini akang tetehnya pada narsis juga ya....

Jumat, 04 Desember 2009

My Parents is My SUPER HERO

18 tahun yang lalu. aku tak pernah tau ....
akan menjadi apakah aku kelak dan bahkan tidak pernah tau aku akan lahir menjadi siapa dan anak siapa...
aku beruntung terlahir menjadi anak mama papa yang sangat aku sayangi....
menyayangi dengan penuh kasih sayang ^^

PAPA
kadang terlihat cuek dan dingin, keras dalam mendidik dan seperti tidak memperhatikanku.
memang seperti itu.
aku tak pernah tau betapa sayangnya papa. tak pernah terlihat  dan tak kusadari papapun menyanyangiku.....
saat aku kecil, belajar berenang. ia ingin aku memiliki tubuh yang tinggi. ^^
keras dalam mengajariku dan terlihat tak sabar aku segera bisa berenang. kepalaku dicelupkannya kedalam air sampai hidungku sakiiiiiiiiit. papa jahat! kasar!
karena tak mau papaku menarik narik badanku dan hidungku sakit kembali. aku berusaha keras. dan hasilnya....
I CAN SWIM...... dan saat itu papa tersenyum "kamu pintar yaaa. udah bisa renang dengan cepat"
aku sadar sekarang. kerasnya papa semata-mata ingin aku cepat bisa berenang. tanpa papa berlaku keras, mungkin tak ada semangat untuk bisa memperlihatkan kemampuanku sama papa.....
papaaaaa.......... kaka sayang papaaaa.....

MAMA
sosok  ibu yang sangat aku kagumi. kelak, aku ingin seperti ibu ^^....
mendidikku dengan penuh kesabaran dan melindungiku dengan petuah-petuah lembut.....
membelai rambutku, memeluk tubuhku dan mengecup ubun-ubunku saat papa memukulku karena aku nakal.
 "Gaaaaak mauuuuu, papaaaaaaaaa" aku berlari dengan cepet mengelilingi rumah
papa mengejarku.... oh tidaaaak. apa yang ia bawa? sapu lidi? what?!!!! aku semakin kencang berlari....
apa artinya larinya anak kecil berumur 5tahun dengan seoarng lelaki berusia 32 tahun? eperti mengejar tikus!
preeeeet....pantatku tercepret lidi... "awww...sakiiiiit, papa...!" pikirku. papa jahaaaat!
dan saat aku menangis, mama menenangkan papa *seperti yg di sinetron gt deeeh* dan memelukku. menasehatiku dengan lembut..... love mom very much^^

dan aku bersyukur memiliki orang tua seperti mereka. tak lepas aku dari pengawasannya dan nasehat-nasehat lembut yang selalu mengingatkan aku untuk menjadi orang yang lebih baik dari mereka.....

Sabtu, 28 November 2009

Full House- I Think I love You

suka banget sama film ini dan juga lagunyaaa....^_^ 



keu reol ri eob da go a nil geo ra go mi deot jyo
nae ga keu dal sa rang han da ni mal do an dwe jyeo eom
kwaen han chil too il geo ra go
nae ka we ro un ka cha shi neul sook yeo bwat ji man
i je teo neun nan kam chul so ka eob neun deul yo


I think I love you
keu reon ka bwa yo
Cause I miss you
keu dae man eob seu myeon


a moo keo do mot ha ko cha goo saeng kak na ko
i reon keol po myeon a moo rae do
I’m falling for you
nan mol rat ji man
Now I need you
eo neu saen ka na mam ki peun ko se
a ju kau ke cha ri ja beun keu dae ei mo seum eul i je
po a yo...............


u ri an eo ul rin da ko shin ku keu ke tak cho da go
ha na boo teo yeol-gae do dae she mwi han gae ra do mat neun ke eob naun de
eo teo ke sa kwol soo it nya ko
mal do an dwe neun yae ki ra ko mi ha myeo tul reo dat ji man
i je teo neun nan keu reo gi ga si reon geol yo
I think I love you
keu reon ka bwa yo
Cause I miss you
keu dae man eob seu myeon
a moo keo do mot ha ko cha goo saeng kak na ko
i reon keol po myeon a moo rae do


I’m falling for you
nan mol rat ji man
Now I need you
eo neu saen ka na mam ki peun ko se
a ju kau ke cha ri ja beun keu dae ei mo seum eul i je
po a yo.........


wae mol rat jyo keu dae ra neun keol
wae mot bwat jyo pa ro a pin de oh yea
keu do ngan i reo ke pa ro nae
kyeo te i seot neun ne
wae i je seo ya
sa ra ngi po i neun keon ji


I think I love you
keu reon ka bwa yo
Cause I miss you
keu dae man eob seu myeon
a moo keo do mot ha ko cha goo saeng kak na ko
i reon keol po myeon a moo rae do
I’m falling for you
nan mol rat ji man
Now I need you
eo neu saen ka na mam ki peun ko se
a ju kau ke cha r ja beun keu dae ei mo seum eul i je
po a yo..........